Meski Kamu Masih
Misteri
Siang-siang, di weekend day yang tidak
ada aktivitas apapun, mau tidur siang tapi enggan, acara jalan-jalan juga gak
ada.. heemmm... benar-benar membosankan...!!
ahaa... ide baik muncul!!! aku
teringat dengan buku yang baru aku beli beberapa hari kemaren, aku juga belum
selesai membacanya,, ya sudahlah kebosananku aku alihkan untuk melanjutkan buku
tersebut, judulnya “Ya Allah Izinkan Dia Untukku” hihi buku itu karangan Burhan
Sodiq yang termasuk penulis buku Best Seller.
Lambar demi lembar aku baca dengan
serius kadang-kadang juga berangan dan mengingat kejadian yang bisa di bilang
sama dengan tulisan yang ada di buku tersebut, tapi ada hal yang paling aku
suka dan cukup menasehati aku juga, iya surat yang di tulis oleh Sahabat Farida
dari kota Solo, Surat tersebut mencoba memberikan penjelasan tentang sesuatu
yang masih menjadi misteri, dan misteri itu akan terjawab pada waktunya, apakah
misteri itu akan terjawab dengan baik atau buruk? tergantung bagaimana kita
menguak misteri itu.
Apanya
yang Misteri?? jawabannya adalah JODOH.
Siapa
yang tahu jodoh kita? Sama-sama kita tidak tahu siapa. Tapi kita bisa tetap
berdoa agar siapapun orangnya, akan membantu kita untuk selalu bahagia. Amiin
Teman-teman penasaran dengan isi
surat itu,, tenang saja aku sudah menulisnya. Semoga teman-teman mendapatkan
motivasi juga dari surat yang di tulis oleh sahabat kita ini.
Curhatku : farida di Kota Solo
Jodoh memang misteri. Yach, aku sepakat dengan hal
itu. Karena rangkaian hidup ini adalah sebuah misteri panjang. Yang tidak
pernah bisa di tebak secara akurat oleh siapa pun. Termasuk salah satunya
adalah jodoh. Sebagai manusia biasa, jatuh cinta, tertarik pada seseorang dan
akhirnya lahirlah emosi-emosi tertentu seperti cemburu, rindu, malu dan
sebagainya adalah hal yang sangat wajar.
Akupun demikian. Sebagai manusia normal aku juga
pernah jatuh cinta dan memendam harapan pada seseorang. Secara logika aku paham
dan sangat mengerti bahwa tak ada yang pasti pada hari esok termasuk apakah
nantinya jodohku adalah dia yang kuharapkan atau orang lain. Namun terkadang
pikiran matematis manusia sering berhitung, bahwa peluang seseorang yang kita
cintai menjadi jodoh kita adalah 50% dan peluang untuk tidak menjadi jodoh kita
pun juga 50%. Itu mungkin yang membuat kadang-kadang seseorang sering
memelihara harapan pada orang yang dicintainya, meski dia tau persis bahwa tak
ada yang menjamin jodohnyan kelak.
Setelah mengalami banyak pengalaman panjang, tentang
segala hal yang tak pasti, tentang manusia yang tak pernah stabil baik iman,
maupun aspek psikologis lainnya, aku semakin yakin bahwa segala hal yang ada di
dunia ini akan senantiasa berubah dan tak ada yang abadi. Mungkin saat ini kita
tertarik pada seseorang dengan karakter A, namun bisa jadi besok kita lebih
tertarik pada seseorang dengan tipe B, dan sebagainya. Semua berubah dengan
seiring bertambahnya pengalaman dan pengetahuan seseorang akan suatu hal. Atau
bisa jadi sekarang kita menyukai seseorang karena sifat tertentu yang ada pada
diri seorang tersebut, namun ternyata esok kita tak lagi menemui karakter yang
kita kagumi yang pernah ada pada diri orang tersebut. Maka rasa tertarik,
simpatik, atau mungkin cinta itu pun bisa hilang. Mungkin itulah yang menyebabkan
kenapa jodoh itu begitu misteri, tak bisa ditebak dengan akurat. Karena manusia
tak pernah tak berubah setiap saat, karena manusia itu hidup secara dinamis dan
berkembang dalam segala aspek.
Maka jika saat ini masih ada seseorang yang
menempati ruang hatiku, aku tak berani benar-benar meyakini dan berharap penuh
padanya. Aku tak tau apakah dia adalah seseorang yang baik, sebaik apa yang
kusangkakan padanya, sehingga aku tak yakin penuh dengan segala harapanku. Jika
memang sesuai prasangkaanku, aku memohon pada Allah agar aku pantas untuknya
dan memang tercipta untuknya. Sekarang dengan pengetahuanku yang dangkal aku
hanya bisa senantiasa memperbaiki diri ini menuju hamba yang lebih baik. Jika
aku adalah seorang wanita yang baik (shaihah) pasti aku akan bersanding dengan
laki-laki terbaik, laki-laki yang shalih.
Jika aku menjaga diri dan kehormatanku, maka jodohku
kelak adalah seseorang yang juga menjaga dirinya serta kehormatannya. Terlepas
dari apakah dia nanti jodohku atau bukan, aku selalu berharap dia juga
senantiasa dalam dekapan hidayahnya. Hingga suatu saat nanti Allah menjawab
misteri kehidupan kami (apakah kami bersama atau tidak) mungkin mulutku tak
akan pernah berhenti melantunkan do’a-do’a untuknya. Sesungguhnya kadang-kadang
aku malu meminta pada Allah tentang dia (karena aku tahu harapanku adalah
sesuatu yang salah). Namun Allah, Dia Mahatahu apapun yang tersalin atau
tersirat dari hamba-hamba Nya. Allah Mahatahu apa yang kuharapkan dan Dia tahu
apa yang terbaik untukku. Dia tak akan membebankan cobaan di luar batas
kekuatanku. Aku yakin itu.
Tik tok tik tok,,, hehehe bagaimana,,?? masih termenung??
sama kyak aku kemaren selesai membacanya malah campur aduk rasanya,, hihi
Untuk saat ini aku masih sama dengan teman-teman mencari
jawaban atas misteri itu, surat dari sahabat kita Farida memang betul adanya,
yang di dekat kita sekarang, yang kita dambakan saat ini belum ada jaminan
bahwa dia akan menjadi masa depan kita.!! kita berprasangka baik aja,, Semoga
Allah memberikan yang terbaik untuk kita semua. Amiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar