Kamis, 05 Maret 2015

21 Februari 2015




 Meski Kamu Masih Misteri



Siang-siang, di weekend day yang tidak ada aktivitas apapun, mau tidur siang tapi enggan, acara jalan-jalan juga gak ada.. heemmm... benar-benar membosankan...!!
ahaa... ide baik muncul!!! aku teringat dengan buku yang baru aku beli beberapa hari kemaren, aku juga belum selesai membacanya,, ya sudahlah kebosananku aku alihkan untuk melanjutkan buku tersebut, judulnya “Ya Allah Izinkan Dia Untukku” hihi buku itu karangan Burhan Sodiq yang termasuk penulis buku Best Seller.
Lambar demi lembar aku baca dengan serius kadang-kadang juga berangan dan mengingat kejadian yang bisa di bilang sama dengan tulisan yang ada di buku tersebut, tapi ada hal yang paling aku suka dan cukup menasehati aku juga, iya surat yang di tulis oleh Sahabat Farida dari kota Solo, Surat tersebut mencoba memberikan penjelasan tentang sesuatu yang masih menjadi misteri, dan misteri itu akan terjawab pada waktunya, apakah misteri itu akan terjawab dengan baik atau buruk? tergantung bagaimana kita menguak misteri itu.
Apanya yang Misteri?? jawabannya adalah JODOH.
Siapa yang tahu jodoh kita? Sama-sama kita tidak tahu siapa. Tapi kita bisa tetap berdoa agar siapapun orangnya, akan membantu kita untuk selalu bahagia. Amiin

Teman-teman penasaran dengan isi surat itu,, tenang saja aku sudah menulisnya. Semoga teman-teman mendapatkan motivasi juga dari surat yang di tulis oleh sahabat kita ini.
Curhatku : farida di Kota Solo
Jodoh memang misteri. Yach, aku sepakat dengan hal itu. Karena rangkaian hidup ini adalah sebuah misteri panjang. Yang tidak pernah bisa di tebak secara akurat oleh siapa pun. Termasuk salah satunya adalah jodoh. Sebagai manusia biasa, jatuh cinta, tertarik pada seseorang dan akhirnya lahirlah emosi-emosi tertentu seperti cemburu, rindu, malu dan sebagainya adalah hal yang sangat wajar.
Akupun demikian. Sebagai manusia normal aku juga pernah jatuh cinta dan memendam harapan pada seseorang. Secara logika aku paham dan sangat mengerti bahwa tak ada yang pasti pada hari esok termasuk apakah nantinya jodohku adalah dia yang kuharapkan atau orang lain. Namun terkadang pikiran matematis manusia sering berhitung, bahwa peluang seseorang yang kita cintai menjadi jodoh kita adalah 50% dan peluang untuk tidak menjadi jodoh kita pun juga 50%. Itu mungkin yang membuat kadang-kadang seseorang sering memelihara harapan pada orang yang dicintainya, meski dia tau persis bahwa tak ada yang menjamin jodohnyan kelak.
Setelah mengalami banyak pengalaman panjang, tentang segala hal yang tak pasti, tentang manusia yang tak pernah stabil baik iman, maupun aspek psikologis lainnya, aku semakin yakin bahwa segala hal yang ada di dunia ini akan senantiasa berubah dan tak ada yang abadi. Mungkin saat ini kita tertarik pada seseorang dengan karakter A, namun bisa jadi besok kita lebih tertarik pada seseorang dengan tipe B, dan sebagainya. Semua berubah dengan seiring bertambahnya pengalaman dan pengetahuan seseorang akan suatu hal. Atau bisa jadi sekarang kita menyukai seseorang karena sifat tertentu yang ada pada diri seorang tersebut, namun ternyata esok kita tak lagi menemui karakter yang kita kagumi yang pernah ada pada diri orang tersebut. Maka rasa tertarik, simpatik, atau mungkin cinta itu pun bisa hilang. Mungkin itulah yang menyebabkan kenapa jodoh itu begitu misteri, tak bisa ditebak dengan akurat. Karena manusia tak pernah tak berubah setiap saat, karena manusia itu hidup secara dinamis dan berkembang dalam segala aspek.
Maka jika saat ini masih ada seseorang yang menempati ruang hatiku, aku tak berani benar-benar meyakini dan berharap penuh padanya. Aku tak tau apakah dia adalah seseorang yang baik, sebaik apa yang kusangkakan padanya, sehingga aku tak yakin penuh dengan segala harapanku. Jika memang sesuai prasangkaanku, aku memohon pada Allah agar aku pantas untuknya dan memang tercipta untuknya. Sekarang dengan pengetahuanku yang dangkal aku hanya bisa senantiasa memperbaiki diri ini menuju hamba yang lebih baik. Jika aku adalah seorang wanita yang baik (shaihah) pasti aku akan bersanding dengan laki-laki terbaik, laki-laki yang shalih.
Jika aku menjaga diri dan kehormatanku, maka jodohku kelak adalah seseorang yang juga menjaga dirinya serta kehormatannya. Terlepas dari apakah dia nanti jodohku atau bukan, aku selalu berharap dia juga senantiasa dalam dekapan hidayahnya. Hingga suatu saat nanti Allah menjawab misteri kehidupan kami (apakah kami bersama atau tidak) mungkin mulutku tak akan pernah berhenti melantunkan do’a-do’a untuknya. Sesungguhnya kadang-kadang aku malu meminta pada Allah tentang dia (karena aku tahu harapanku adalah sesuatu yang salah). Namun Allah, Dia Mahatahu apapun yang tersalin atau tersirat dari hamba-hamba Nya. Allah Mahatahu apa yang kuharapkan dan Dia tahu apa yang terbaik untukku. Dia tak akan membebankan cobaan di luar batas kekuatanku. Aku yakin itu.

Tik tok tik tok,,, hehehe bagaimana,,?? masih termenung?? sama kyak aku kemaren selesai membacanya malah campur aduk rasanya,, hihi
Untuk saat ini aku masih sama dengan teman-teman mencari jawaban atas misteri itu, surat dari sahabat kita Farida memang betul adanya, yang di dekat kita sekarang, yang kita dambakan saat ini belum ada jaminan bahwa dia akan menjadi masa depan kita.!! kita berprasangka baik aja,, Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk kita semua. Amiin