Jumat, 05 Desember 2014

Short Story


*REUNI ^^
 “hahaha,,” Aya tertawa ngakak di depan laptop sendirian, sahut menyaut komentar teman-temannya di facebook membuat Aya semakin asyik dan enggan untuk beranjak dari tempat tidurnya,  Aya dan teman-temannya lagi ngomongin reoni yang di adakan oleh kampusnya dulu, khususnya fakultas ekonomi, reoni di tujukan untuk alumni angkatan 2005-2009,  mereka antusias sekali dengan acara itu, canda tawa malam hari ini membuat aya merindukan masa-masa kuliyah dulu, ada tugas, ada lembur, ada galau, ada kehabisan duit, ada banyak deh pkoknya. Tapi sebenarnya Aya teringat dengan seseorang.

“ahh sudahlah,,!!!” Batin Aya yang sedang melawan ingatan itu
***
2 TAHUN YANG LALU, Itulah terakhir kalinya Aya bertemu dengan teman-teman kampusnya, sebagian teman ada yang melanjutkan studinya ke S2 tapi banyak juga yang memilih untuk bekerja. Aya beruntung 3 bulan setelah wisuda dia sudah diterima kerja di perusahaan swasta.
Aya membaca kembali undangan reoni yang diterimanya lewat sms, temannya menulis ulang undangan itu di grup facebook dan jadi heboh deh sama komentar teman-teman yang lainnya. Aya seneng banget akan bertemu dengan teman-temannya. Saat ini alat komunikasi memang sangat canggih, Aya tidak kesulitan untuk tetap berkomunikasi dengan teman kuliyahnya, persahabatan dengan teman-temannya masih terjaga dengan baik. Tapi sebuah pertemuan jelas berbeda rasanya jika dibandingkan hanya berkomunikasi lewat telephon atau sms.
Pesan masuk dari Anita
Anita     : Ayy dateng kan ke reoni nanti??
Aya       : Iya donk. mumpung free, km juga kan?
Anita     : Iya aku dateng, nanti kita ketemu yah aku uda kangen banget
sama kamu,,!
Aya       : Q juga kangen km nit! kangen cerewet nya hehe :*

Salah satu sahabatnya ini memang cerewet, rame, dan juga bandel.

Anita     : Rio dateng gk yaa,,? :p

Isi sms Anita yang terakhir membuat Aya kaget dan terdiam, “Rio,?? seperti apakah dia?” guman Aya. Sahabat Aya yang satu ini memang suka ceplas ceplos.
Aya       : lahhh kuq jadi rio sih,,? *nyengir*
Anita     : hehe iya2 maaf gk bahas dia lagi,,
Aya       : haha,, uda lupa kali nit,, jadi uda gk berasa apa2,,
Anita     : hehe,,, q gak yakin :-p
Aya       : :D uda ahh q mau bobok dulu cpek bnget,, nnt kbr2 lagi yah,,
mumuach peluk nita

Gara-gara Anita, Dia teringat cowok yang bernama Rio dan tak mampu untuk melawan ingatan itu, iya Aya pernah jatuh cinta dengan Rio, Rio cowok yang gk banyak bicara, dan terkesan sok cool itu lolos membuat hati dan pikiran Aya selalu terpaut tentangnya. Apanya yang asyik dengan cowok seperti itu, yang ada sih membosankan, ya kan?. Tapi tidak bagi Aya, baginya Rio adalah cowok dengan banyak kelebihan, cakep?? (enggak sih >_<). Rio itu pintar, sederhana, pendiam, gampang akrab, rajin sholat, gak merokok, aktivis kampus daan cuekk.hehe.. (gitu doang?????-_- )
Aya hampir gak pernah ngobrol lagi dengan Rio setelah perpisahan di kampusnya dulu, tapi yang Aya tahu Rio baik-baik saja, Rio jarang muncul di facebook dia memang bukan orang yang gemar bermain media sosial, di grup facebook dia juga tidak ikut berkomentar. Mungkin terlalu sibuk dengan aktivitasnya.
***
Jaman kuliyah dulu Aya termasuk mahasiswa yang aktif dikampusnya, waktu itu dia tergabung dengan salah satu organisasi. Organisasi itulah yang memperkenalkan Aya dengan Rio, mereka sejurusan tapi jarang satu kelas, Aya dan Rio lebih banyak ketemu di forum organisasinya itu. Karena cowok yang sering nyariin Aya Cuma Rio, sahabat2 Aya suka ngedoain mereka berdua, padahal mereka tau kalo Rio uda punya pacar, ceweknya satu fakultas lagi. Aya sih biasah aja, gak mau ambil pusing karena memang Rio adalah partner di organisasinya. Kadang Rio suka bolak balik ke kos Aya untuk mengambil sesuatu yang ia perlukan.
Beberapa bulan kemudian Aya mendengar kabar putusnya hubungan Rio sama ceweknya, tapi Aya gak mau menanyakan itu ke Rio bagi Aya itu bukan urusannya. Dan waktu terus berjalan, Rio mulai jarang ke kantor organisasi, ketika Aya menanyakan itu jawabnya Rio sedang ada kesibukan diluar. Di fakultas juga jarang terlihat karena memang terkadang hanya ada 2 atau 3 matakuliyah yang sama dengan Rio, kalau pun mereka bertemu, Rio sudah tidak membahas lagi tentang organisasi paling-paling mereka ngobrol tentang matakuliyah.
Kebiasaan Anita dan Putri kalo di kos-kosan suka ngegodain Aya, padahal Aya dan Rio tidak ada hubungan apa-apa. Tapi sebenarnya Aya jadi sering kepikiran Rio, Rio sudah jarang di kantor, Rio agak sedikit berubah, dan Aya merasa uda jarang ngobrol dengan Rio. Aya mulai kepingin banyak tahu tentang Rio, apa yang dilakukan Rio Aya ingin ngerti, dan Aya jadi suka ngincengin akun facebooknya. Mungkin ini diam-diam Aya mulai suka sama Rio. J J
Semester 8 sudah di depan mata, banyak mahasiswa sudah mulai memikirkan skripsi termasuk Aya. Tapi tentang Rio masih tak henti-hentinya ada difikirannya, perasaannya untuk Rio semakin tumbuh entah apakah ini kagum, suka, atau bahkan cinta yang sudah bermuara ke dalam jiwa???. Rasanya Aya seneng banget kalo ke kampus bisa ketemu Rio, Dia jadi sering cari kesempatan untuk bisa ngobrol dengan Rio. Aya bahkan seneng banget mengingat2 kembali moment bersama Rio. Aya menceritakan semua tentang isi hatinya ke Anita. Tapi Anita tidak bisa berbuat banyak, Anita ingin membantunya, tapi Aya melarangnya.
Sampai pada Malam perpisahan, Aya masih tidak bisa berbuat apa-apa, Aya berharap dan menunggu Rio mempunyai rasa yang sama. tapi Aya sudah bertekad di hatinya Kalo pun Rio tidak ada Rasa, tidak terlalu masalah bagi Aya, Aya akan melupakan harapan itu. Toh sebentar lagi pulang kampung kesibukan-kesibukan selanjutnya bisa membantu melupakan Rio, “pikir Aya”. namun tetap saja acara perpisahan dengan teman-temannya itu ada rasa mengganjal di hati Aya seperti ada sesuatu yang tidak tersampaikan, berharap Rio mau berbicara sesuatu dengannya, tapi ternyata tidak Rio hanya bersalaman dengan Aya seperti yang dilakukan teman-teman lainnya hanya ngobrol dan bercanda selayaknya teman yang lainnya. Aya ingin menangis tapi untuk apa?? Aya hanya bisa terdiam bisa jadi ini memang pertemuan terakhirnya dengan Rio. Apalah daya, Aya tidak ada keberanian untuk mengungkapkan perasaannya. Kalo memang cara terbaik adalah memendam rasa itu, Aya akan melakukannya dan membiarkan rasa itu hilang suatu saat nanti.
Beberapa hari kemudian Aya pulang kampung sedih rasanya berpisah dengan kampus, teman-teman dan anak-anak kos yang sudah kayak keluarga sendiri. Sesampai dirumah Aya ingin menenangkan hatinya, belajar untuk tidak berfikir tentang Rio lagi, Aya mencoba menyibukkan diri dengan segala aktivitas dirumah, selain itu mulai sibuk mencari pekerjaan.
“membiarkan pergi adalah sama seperti kita berdiri dihalte, lantas setelah di tunggu lama, sebuah bus mendekat, penumpang naik, bus beranjak jalan, menjauh, dan kita tetap berdiri di halte bus tersebut, menatapnya dengan segenap hati.
membiarkan pergi adalah salah satu cabang perasaan sejati. Seberapa lama pun kita telah menunggu bus itu, seberapa penting urusan kita, membiarkan pergi dengan ikhlas, karena boleh jadi itu keputusan terbaik atas nama kehormatan perasaan” -Tere Liye
***
Reoni telah tiba, dari beberapa hari yang lalu Aya sudah bersiap diri untuk bertemu teman-temannya, perasaan Aya seneng banget tapi sebenarnya ada kecemasan di fikiran Aya, apa yang harus Aya lakukan jika ketemu rio di Reuni itu, sudah 2 tahun tidak ketemu dan hilang kontak begitu saja. Taxi dari terminal membawanya sampai ke gerbang kampus, Aya merasa sedikit asing di kampus sendiri, ini masih liburan semester pantas saja kampus sangat sepi hanya para pegawai dan karyawan yang terlihat, Anita dan teman-temannya sudah menunggunya di dalam kampus di dekat tempat reoni itu di gelar. Berjalan kaki Aya menyusuri kampus dengan senang hati ia sudah tidak sabar bertemu dengan sahabat-sahabatnya. Berjalan sendirian melewati area parkiran.
“Ay...” seperti ada yang memanggil batin Aya
“Ayy.....”
Aya menoleh ke arah kanan dan terkejut
“Rio....” hati Aya berdebar kencang merasa panik entah apa yang dirasakan,
Aya sangat gugup bertemu Rio.

Rio menuju ke Aya “Apa kabar Ay,,?” tanya Rio
“Baik yo, kamu gimana?” jawab Aya sedikit gugup namun memaksakan untuk
 tersenyum.
“Alhamdulillah baik, dari tadi q nungguin kamu,
q sms anita katanya kam belum datenng.” kata Rio
Seketika Aya kaget menoleh dan memandang mata Rio.

“ohh,, km baru dateng ke sini?” tanya Rio untuk  mengalihkan pandangan Aya
“Iya yo,, q langsung berangkat dr rumah tadi! kamu di sini dr kmren?” Jawab Aya

Keduanya terlihat gugup tapi perbincangan mereka jadi lebih panjang, ngobrol soal teman, kesibukan dan juga pekerjaan. Aya sampai berguman dalam hati “kenapa Rio yang pertama kulihat?”. Seperti Cuma ada Rio disini tidak dilihatnya teman-teman yang lain berlalu lalang di sekitar kampus. Mereka jalan bareng menuju gedung aula pertemuan, tempat dimana reoni di gelar.
“ayaaaa” teriak Anita
Aya ikut teriak memanggil anita, Aya berpelukan dengan sahabatnya dan juga teman-teman yang lain. Suasana sangat rame semua alumni merasa gembira karena sahabat-sahabat lamanya uda berkumpul, saling bertukar cerita entah itu tentang pekerjaan, pernikahan, sampai soal kehamilan. teman-teman cowok juga tidak mau ketinggalan, sekilas mereka tertawa terbahak-bahak saling ejek masa kuliyah dulu. Anita menggandeng tangan Aya dan mengajak duduk gabung ke teman yang lainnya.
“Kuq sama Rio sih, diam-diam kalian jalan bareng ya?” bisik Anita
“egak Nit, kebetulan ketemu Rio disana,, baru ketemu kuq nit.” jawab Aya
“hihihi,, tanganmu kuq dingin.. uda gk usah dipikirin, ini reoni!!
Rio uda masa lalu kamu kan?” tegas Anita
Aya tertunduk “Tiba-tiba aku sedih nit, Rio jadi makin dewasa ya,?”ucap Aya.
“kenapa? hatimu masih untuk Rio?” tanya Anita
“entahlah, aku gugup banget, Rio masih baik sama aku” jawab Aya
“bisa jadi ini kesempatan km ayy, jangan sampai Rio pergi lagi” kata Anita

Rupanya Rio duduk di sebelah Aya, Sekilas mereka ngobrol ikut tertawa dengan kelucuan teman-temannya. Sesekali mata mereka berpandangan, Rio bahkan bercerita dan mengingat kebersamaan mereka waktu di organisasi. Suasana sangat rame sekali tapi hati Aya merasakan keheningan, Rio yang terkunci di dalam kenangan Aya, rasanya bangkit kembali, pertemuannya dengan Rio mengingatkan kembali tentang dulu, Rasa yang tak berbalas waktu itu, Aya ingat semua tentang Rio, kebiasaan Rio di kelas, dan ingat moment2 tak terduga bersama Rio. Saat ini Aya melawan hatinya untuk tidak kembali menaruh Rio di hatinya, Aya mencoba tegas  ini hanya gugup karena lama tidak berjumpa. Aya sudah terbiasa tanpa Rio, hari-hari Aya sudah bahagia tanpa Rio, kalopun teringat Rio, Aya menganggap itu cuma bumbu penyedap semasa kuliyah dulu,  Aya menarik nafas panjang untuk membuat dirinya merasa lebih nyaman dengan pertemuan ini.
Aya meraba-raba tas nya mengambil Hp lalu di angkat panggilan telp itu.
“Assalamualaikum” salam Panji
“Waalakum salam, ada apa mas?” jawab Aya
“gmna td perjlanan lancar, uda di kampus kan?”
“Iya lancar, ini baru aja di mulai”
“Alhamdulillah deh klo km baik2 aja, lg khwatir aja sma km ayy,
sedih gk bisa nganter reoni”
“hehe,, gpp mas, besok aku jdi di jemput?”
“besokk siap ayy,,”
“ besok Agak siang kayaknya mas”
“ Iya gk papa. yaudah klo gtu mas lanjut kerja dlu, love aya,
  Assalamualaikum” Pamit Panji
“Waalaikum salam mas” Aya tersenyum

Panji selalu seperti itu, perhatian banget sama Aya, slalu menghawatirkan Aya klo lagi pergi. Panji adalah tunangan Aya, Lima bulan setelah berkenalan akhirnya mereka mantap untuk menikah. Panjilah yang berhasil menepis perasaan Aya untuk Rio, Aya sudah yakin dengan Panji untuk menjadi suaminya dan Aya juga sangat mencintai Panji. :) :) :)