*REUNI ^^
“hahaha,,” Aya tertawa ngakak
di depan laptop sendirian, sahut menyaut komentar teman-temannya di facebook
membuat Aya semakin asyik dan enggan untuk beranjak dari tempat tidurnya, Aya dan teman-temannya lagi ngomongin reoni
yang di adakan oleh kampusnya dulu, khususnya fakultas ekonomi, reoni di
tujukan untuk alumni angkatan 2005-2009,
mereka antusias sekali dengan acara itu, canda tawa malam hari ini
membuat aya merindukan masa-masa kuliyah dulu, ada tugas, ada lembur, ada
galau, ada kehabisan duit, ada banyak deh pkoknya. Tapi sebenarnya Aya teringat
dengan seseorang.
“ahh
sudahlah,,!!!” Batin Aya yang sedang melawan ingatan itu
***
2 TAHUN
YANG LALU, Itulah terakhir kalinya Aya bertemu dengan teman-teman kampusnya, sebagian
teman ada yang melanjutkan studinya ke S2 tapi banyak juga yang memilih untuk
bekerja. Aya beruntung 3 bulan setelah wisuda dia sudah diterima kerja di
perusahaan swasta.
Aya
membaca kembali undangan reoni yang diterimanya lewat sms, temannya menulis
ulang undangan itu di grup facebook dan jadi heboh deh sama komentar
teman-teman yang lainnya. Aya seneng banget akan bertemu dengan teman-temannya.
Saat ini alat komunikasi memang sangat canggih, Aya tidak kesulitan untuk tetap
berkomunikasi dengan teman kuliyahnya, persahabatan dengan teman-temannya masih
terjaga dengan baik. Tapi sebuah pertemuan jelas berbeda rasanya jika
dibandingkan hanya berkomunikasi lewat telephon atau sms.
Pesan
masuk dari Anita
Anita : Ayy dateng kan ke
reoni nanti??
Aya : Iya donk. mumpung
free, km juga kan?
Anita : Iya aku dateng,
nanti kita ketemu yah aku uda kangen banget
sama kamu,,!
Aya : Q juga kangen km
nit! kangen cerewet nya hehe :*
Salah satu sahabatnya ini
memang cerewet, rame, dan juga bandel.
Anita : Rio dateng gk
yaa,,? :p
Isi sms
Anita yang terakhir membuat Aya kaget dan terdiam, “Rio,?? seperti apakah dia?”
guman Aya. Sahabat Aya yang satu ini memang suka ceplas ceplos.
Aya : lahhh kuq jadi rio
sih,,? *nyengir*
Anita : hehe iya2 maaf gk
bahas dia lagi,,
Aya : haha,, uda lupa
kali nit,, jadi uda gk berasa apa2,,
Anita : hehe,,, q gak
yakin :-p
Aya : :D uda ahh q mau
bobok dulu cpek bnget,, nnt kbr2 lagi yah,,
mumuach peluk nita
Gara-gara
Anita, Dia teringat cowok yang bernama Rio dan tak mampu untuk melawan ingatan
itu, iya Aya pernah jatuh cinta dengan Rio, Rio cowok yang gk banyak bicara,
dan terkesan sok cool itu lolos membuat hati dan pikiran Aya selalu terpaut
tentangnya. Apanya yang asyik dengan cowok seperti itu, yang ada sih
membosankan, ya kan?. Tapi tidak bagi Aya, baginya Rio adalah cowok dengan
banyak kelebihan, cakep?? (enggak sih >_<). Rio itu pintar, sederhana,
pendiam, gampang akrab, rajin sholat, gak merokok, aktivis kampus daan cuekk.hehe..
(gitu doang?????-_- )
Aya
hampir gak pernah ngobrol lagi dengan Rio setelah perpisahan di kampusnya dulu,
tapi yang Aya tahu Rio baik-baik saja, Rio jarang muncul di facebook dia memang
bukan orang yang gemar bermain media sosial, di grup facebook dia juga tidak
ikut berkomentar. Mungkin terlalu sibuk dengan aktivitasnya.
***
Jaman
kuliyah dulu Aya termasuk mahasiswa yang aktif dikampusnya, waktu itu dia tergabung
dengan salah satu organisasi. Organisasi itulah yang memperkenalkan Aya dengan
Rio, mereka sejurusan tapi jarang satu kelas, Aya dan Rio lebih banyak ketemu
di forum organisasinya itu. Karena cowok yang sering nyariin Aya Cuma Rio,
sahabat2 Aya suka ngedoain mereka berdua, padahal mereka tau kalo Rio uda punya
pacar, ceweknya satu fakultas lagi. Aya sih biasah aja, gak mau ambil pusing
karena memang Rio adalah partner di organisasinya. Kadang Rio suka bolak balik
ke kos Aya untuk mengambil sesuatu yang ia perlukan.
Beberapa
bulan kemudian Aya mendengar kabar putusnya hubungan Rio sama ceweknya, tapi
Aya gak mau menanyakan itu ke Rio bagi Aya itu bukan urusannya. Dan waktu terus
berjalan, Rio mulai jarang ke kantor organisasi, ketika Aya menanyakan itu
jawabnya Rio sedang ada kesibukan diluar. Di fakultas juga jarang terlihat
karena memang terkadang hanya ada 2 atau 3 matakuliyah yang sama dengan Rio,
kalau pun mereka bertemu, Rio sudah tidak membahas lagi tentang organisasi
paling-paling mereka ngobrol tentang matakuliyah.
Kebiasaan
Anita dan Putri kalo di kos-kosan suka ngegodain Aya, padahal Aya dan Rio tidak
ada hubungan apa-apa. Tapi sebenarnya Aya jadi sering kepikiran Rio, Rio sudah
jarang di kantor, Rio agak sedikit berubah, dan Aya merasa uda jarang ngobrol
dengan Rio. Aya mulai kepingin banyak tahu tentang Rio, apa yang dilakukan Rio
Aya ingin ngerti, dan Aya jadi suka ngincengin akun facebooknya. Mungkin ini
diam-diam Aya mulai suka sama Rio. J J
Semester
8 sudah di depan mata, banyak mahasiswa sudah mulai memikirkan skripsi termasuk
Aya. Tapi tentang Rio masih tak henti-hentinya ada difikirannya, perasaannya untuk
Rio semakin tumbuh entah apakah ini kagum, suka, atau bahkan cinta yang sudah
bermuara ke dalam jiwa???. Rasanya Aya seneng banget kalo ke kampus bisa ketemu
Rio, Dia jadi sering cari kesempatan untuk bisa ngobrol dengan Rio. Aya bahkan
seneng banget mengingat2 kembali moment bersama Rio. Aya menceritakan semua
tentang isi hatinya ke Anita. Tapi Anita tidak bisa berbuat banyak, Anita ingin
membantunya, tapi Aya melarangnya.
Sampai
pada Malam perpisahan, Aya masih tidak bisa berbuat apa-apa, Aya berharap dan
menunggu Rio mempunyai rasa yang sama. tapi Aya sudah bertekad di hatinya Kalo
pun Rio tidak ada Rasa, tidak terlalu masalah bagi Aya, Aya akan melupakan
harapan itu. Toh sebentar lagi pulang kampung kesibukan-kesibukan selanjutnya
bisa membantu melupakan Rio, “pikir Aya”. namun tetap saja acara perpisahan
dengan teman-temannya itu ada rasa mengganjal di hati Aya seperti ada sesuatu
yang tidak tersampaikan, berharap Rio mau berbicara sesuatu dengannya, tapi
ternyata tidak Rio hanya bersalaman dengan Aya seperti yang dilakukan
teman-teman lainnya hanya ngobrol dan bercanda selayaknya teman yang lainnya.
Aya ingin menangis tapi untuk apa?? Aya hanya bisa terdiam bisa jadi ini memang
pertemuan terakhirnya dengan Rio. Apalah daya, Aya tidak ada keberanian untuk
mengungkapkan perasaannya. Kalo memang cara terbaik adalah memendam rasa itu,
Aya akan melakukannya dan membiarkan rasa itu hilang suatu saat nanti.
Beberapa
hari kemudian Aya pulang kampung sedih rasanya berpisah dengan kampus,
teman-teman dan anak-anak kos yang sudah kayak keluarga sendiri. Sesampai
dirumah Aya ingin menenangkan hatinya, belajar untuk tidak berfikir tentang Rio
lagi, Aya mencoba menyibukkan diri dengan segala aktivitas dirumah, selain itu
mulai sibuk mencari pekerjaan.
“membiarkan
pergi adalah sama seperti kita berdiri dihalte, lantas setelah di tunggu lama,
sebuah bus mendekat, penumpang naik, bus beranjak jalan, menjauh, dan kita
tetap berdiri di halte bus tersebut, menatapnya dengan segenap hati.
membiarkan
pergi adalah salah satu cabang perasaan sejati. Seberapa lama pun kita telah
menunggu bus itu, seberapa penting urusan kita, membiarkan pergi dengan ikhlas,
karena boleh jadi itu keputusan terbaik atas nama kehormatan perasaan” -Tere
Liye
***
Reoni
telah tiba, dari beberapa hari yang lalu Aya sudah bersiap diri untuk bertemu
teman-temannya, perasaan Aya seneng banget tapi sebenarnya ada kecemasan di
fikiran Aya, apa yang harus Aya lakukan jika ketemu rio di Reuni itu, sudah 2
tahun tidak ketemu dan hilang kontak begitu saja. Taxi dari terminal membawanya
sampai ke gerbang kampus, Aya merasa sedikit asing di kampus sendiri, ini masih
liburan semester pantas saja kampus sangat sepi hanya para pegawai dan karyawan
yang terlihat, Anita dan teman-temannya sudah menunggunya di dalam kampus di
dekat tempat reoni itu di gelar. Berjalan kaki Aya menyusuri kampus dengan
senang hati ia sudah tidak sabar bertemu dengan sahabat-sahabatnya. Berjalan
sendirian melewati area parkiran.
“Ay...”
seperti ada yang memanggil batin Aya
“Ayy.....”
Aya menoleh
ke arah kanan dan terkejut
“Rio....” hati Aya berdebar kencang merasa panik entah apa yang
dirasakan,
Aya sangat gugup bertemu Rio.
Rio menuju ke Aya “Apa kabar Ay,,?” tanya Rio
“Baik yo, kamu gimana?” jawab Aya sedikit gugup namun memaksakan
untuk
tersenyum.
“Alhamdulillah baik, dari tadi q nungguin kamu,
q sms anita katanya kam belum datenng.” kata Rio
Seketika Aya kaget menoleh dan memandang mata Rio.
“ohh,, km baru dateng ke sini?” tanya Rio untuk mengalihkan pandangan Aya
“Iya yo,, q langsung berangkat dr rumah tadi! kamu di sini dr
kmren?” Jawab Aya
Keduanya
terlihat gugup tapi perbincangan mereka jadi lebih panjang, ngobrol soal teman,
kesibukan dan juga pekerjaan. Aya sampai berguman dalam hati “kenapa Rio yang
pertama kulihat?”. Seperti Cuma ada Rio disini tidak dilihatnya teman-teman
yang lain berlalu lalang di sekitar kampus. Mereka jalan bareng menuju gedung
aula pertemuan, tempat dimana reoni di gelar.
“ayaaaa”
teriak Anita
Aya ikut
teriak memanggil anita, Aya berpelukan dengan sahabatnya dan juga teman-teman
yang lain. Suasana sangat rame semua alumni merasa gembira karena sahabat-sahabat
lamanya uda berkumpul, saling bertukar cerita entah itu tentang pekerjaan,
pernikahan, sampai soal kehamilan. teman-teman cowok juga tidak mau
ketinggalan, sekilas mereka tertawa terbahak-bahak saling ejek masa kuliyah
dulu. Anita menggandeng tangan Aya dan mengajak duduk gabung ke teman yang
lainnya.
“Kuq sama Rio sih, diam-diam kalian jalan bareng ya?” bisik Anita
“egak Nit, kebetulan ketemu Rio disana,, baru ketemu kuq nit.”
jawab Aya
“hihihi,, tanganmu kuq dingin.. uda gk usah dipikirin, ini reoni!!
Rio uda masa lalu kamu kan?” tegas Anita
Aya tertunduk “Tiba-tiba aku sedih nit, Rio jadi makin dewasa
ya,?”ucap Aya.
“kenapa? hatimu masih untuk Rio?” tanya Anita
“entahlah, aku gugup banget, Rio masih baik sama aku” jawab Aya
“bisa jadi ini kesempatan km ayy, jangan sampai Rio pergi lagi”
kata Anita
Rupanya Rio duduk di sebelah Aya, Sekilas mereka ngobrol ikut
tertawa dengan kelucuan teman-temannya. Sesekali mata mereka berpandangan, Rio
bahkan bercerita dan mengingat kebersamaan mereka waktu di organisasi. Suasana
sangat rame sekali tapi hati Aya merasakan keheningan, Rio yang terkunci di
dalam kenangan Aya, rasanya bangkit kembali, pertemuannya dengan Rio
mengingatkan kembali tentang dulu, Rasa yang tak berbalas waktu itu, Aya ingat
semua tentang Rio, kebiasaan Rio di kelas, dan ingat moment2 tak terduga
bersama Rio. Saat ini Aya melawan hatinya untuk tidak kembali menaruh Rio di
hatinya, Aya mencoba tegas ini hanya gugup
karena lama tidak berjumpa. Aya sudah terbiasa tanpa Rio, hari-hari Aya sudah
bahagia tanpa Rio, kalopun teringat Rio, Aya menganggap itu cuma bumbu penyedap
semasa kuliyah dulu, Aya menarik nafas
panjang untuk membuat dirinya merasa lebih nyaman dengan pertemuan ini.
Aya meraba-raba tas nya mengambil Hp lalu di angkat panggilan telp
itu.
“Assalamualaikum” salam Panji
“Waalakum salam, ada apa mas?” jawab Aya
“gmna td perjlanan lancar, uda di kampus kan?”
“Iya lancar, ini baru aja di mulai”
“Alhamdulillah deh klo km baik2 aja, lg khwatir aja sma km ayy,
sedih gk bisa nganter reoni”
“hehe,, gpp mas, besok aku jdi di jemput?”
“besokk siap ayy,,”
“ besok Agak siang kayaknya mas”
“ Iya gk papa. yaudah klo gtu mas lanjut kerja dlu, love aya,
Assalamualaikum” Pamit
Panji
“Waalaikum salam mas” Aya tersenyum
Panji selalu seperti itu, perhatian banget sama Aya, slalu
menghawatirkan Aya klo lagi pergi. Panji adalah tunangan Aya, Lima bulan
setelah berkenalan akhirnya mereka mantap untuk menikah. Panjilah yang berhasil
menepis perasaan Aya untuk Rio, Aya sudah yakin dengan Panji untuk menjadi
suaminya dan Aya juga sangat mencintai Panji. :) :) :)